Cerpen

Rabu, 16 Februari 2011

Kembalikan Senyumku
 
 
Ibu..., kenapa kau begitu tega membuangku di tepi nasib. Apakah matahari memang sengaja menghamburkan partikel2 nya untuk menghidupi tata surya..?, ataukah matahari sudah kehabisan energi dan akan menjadi supernova..?. Melangkah di trotoar2 dekil, di samping sky craper tempat manusia2 berdasi dan bermobil Mercy. Aku menangis...., akhirnya aku menangis setelah sekian lama aku selalu sesumbar bahwa danau airmataku sudah kering disedot oleh rahwana2 kehidupan. Aku sadar bahwa tangis terakhirku adalah tangisku pada ibu, ketika aku tahu bahwa dia akan pergi menemui-Nya, tetapi dia dengan lantang mengundang malaikat maut, bercanda dengannya, untuk kemudian memeluknya. Sesudah itu aku berjanji untuk tidak menangis, tapi kejadian kemarin waktu penggerebekan itu benar2 menghancurkan benteng pertahananku.
 
Tak berapa lama setelah ibu pergi, seorang datang mengusirku. Tidak berhak lagi aku tinggal di kamar kontrakan 3 x 5 meter itu, karena ada orang lain yang bisa membayar dengan teratur dan punya pekerjaan tetap.
======Senyumku telah berkurang satu.
Akupun menggelandang, dengan sedikit uang yang tersisa dan baju sekedarnya, malam itu aku tidur di emperan toko. Dingin menusuk tulang, karena sang hujan ternyata datang menjemput kekasihnya, bumi yang sudah mulai retak. Aku harus tidur dengan pakaian basah, tidur....?, aku tidak bisa bilang itu tidur, hanya merebahkan diri, karena pikiranku mengembara menembus batas2 langit.
 
Pagi datang dengan cepatnya, aku dikagetkan oleh laki2 dengan suara berat, menendang punggungku menyuruhku untuk bangun. Badannya penuh tattoo, bunga mawar di bahu sebelah kanan, Che Guevara di bahu sebelah kiri (kurang ajar betul preman ini, menggunakan wajah pahlawan itu untuk menghiasi tubuh setannya), ada tattoo wanita telanjang, dan tak tahu lagi, semua saling bertumpuk membentuk pemandangan mengerikan.
"Heh, bocah, baru ya..?"
aku diam saja, ketakutan. Aku pun tak tahu maksud pertanyaannya.
"Bangsat, kenapa kau diam saja, bisu...?"
"Tidak..Om"
"Kau baru jadi gelandangan di sini...?"
Aku mengangguk.
"Tanah Abang adalah wilayah kekuasaanku, kau jangan macam2 di sini, sini tasmu..!!!!"
Preman itu merampas tasku, aku tak bisa melawannya, dia terlalu kuat. Digeledahnya semua isi tasku, dan uang beberapa puluh ribu pun diambilnya. Setelah selesai melakukan razia tasku, dilemparnya tas itu ke mukaku.
==========Senyum berikutnya terambil seorang bajingan
Kulangkahkan kakiku kemana dia mengajak, sampai terasa perutku meronta minta diisi, jam 1 siang kulihat. Tuntutan lambungku ternyata tak bisa ditawar2 lagi, kulihat ada masjid di ujung jalan. Segera aku menuju ke masjid itu, sholat akan mengurangi letih dan lapar pikirku. Segera kuminum air jernih itu sepuas2nya, dan aku berwudhu. Sungguh sejuk kurasakan, kuresapi benar2 doaku..
"Tuhan segala yg hidup, jadikanlah aku termasuk orang2 yang bertaubat dan orang2 yang bersuci"
Terbentang sebentar kenangan2 masa lalu, aku begitu bahagia bersama ibu, walau ayah telah tiada, tapi ibu telah bisa bertindak sebagai ibu dan ayah bagiku. Bertarung melawan ganasnya kehidupan dengan lembut dan elegan.
Rumah Tuhan yang mewah ini sejuk, karena di pojok2nya berputar baling2 kipas angin. Kuangkat kedua tanganku
"Allaahu Akbar" aku pun asyik mahsyuk menelusuri kebesaran-Nya. Jiwaku bergetar, ketika aku berjanji "Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untukmu wahai Tuhan seru sekalian alam"
Janji dahsyat yang telah diucapkan miliaran kali tiap hari oleh manusia, tetapi sedikit sekali yang bisa mewujudkannya. Akupun tidak, Oh Tuhan dosa apa yang harus kami tanggung, berjanji padamu tiap hari, tetapi selalu mengingkari. Ingkar janji dengan Sang Khalik.., aku tak tahu lagi apakah itu pantas untuk seorang makhluk.
Tak terasa lama sekali aku berdiri menghadap-Nya, tiba2 dari belakang tangan besar menarikku, akupun terseret2 tak karuan....
"Gelandangan, kalau mau berteduh jangan di masjid, ini untuk sholat, lihat pakaianmu yang dekil itu, tidak pantas itu untuk menghadap Tuhan. Tuhan itu Rabul Jalaal, Maha Indah, hanya menerima yang indah"
"Saya sedang sholat Pak"
"Sudah, kamu jangan alasan, mana ada anak jalanan sholat, kamu pergi sana...!!!!"
Aku didorong pergi oleh orang berjubah putih dan berpeci itu. Pikiranku memberontak, seberapa picik pikiran manusia mengartikan keindahan Tuhan. Keindahan versi manusia pun dipaksakan menjadi keindahan Tuhan. Aku baru merasakan kebenaran ucapan guru ngajiku, bahwa masjid yang abadi itu ada dalam hatimu. Sujud yang terbaik itu harus terpendam dalam dadamu. Rumah Tuhan bukanlah tembok, tapi jiwa.
====senyumku dirampas lagi oleh setan berbaju kebaikan
Hari pun cepat menjemput senja, tuk kemudian menyerahkan estafet kepada malam.  Hari pertamaku sebagai seorang gelandangan.
 
Aku sudah mulai menemukan irama hidup, aku bekerja sebagai tukang semir sepatu, kalau sempat aku pun menawarkan jasa membersihkan mobil kepada orang2 yang aku semir sepatunya. Aku masih mencoba tabah menghadapi hidup, mencoba tersenyum walaupun getir, mencoba bahagia walaupun sengsara.
Hingga malam petaka itu datang, kami digerebek. Semua dimasukkan ke truk dan kami dibawa ke suatu tempat yang kami tidak ketahui, hanya yang pasti di luar kota. Operasi gabungan antara Tramtib dan Tentara itu mendadak sekali, sehingga kami pun tak sempat menyelamatkan sedikit barang2 yang kami simpan selama ini.
Barang2 kami semua diangkut, yang berharga diambili, yang tidak dibuang entah kemana. Kami diinterogasi seperti residivis yang berlumuran darah baru membunuh korbannya, dipukul, ditendang, dan yang lebih menyakitkan beberapa di antara kami disodomi dan beberapa yang cewek diperkosa. Dan satu diantaranya adalah aku, Oh Tuhan kenapa perbuatan terkutuk itu terjadi padaku. Apakah Sodom dan Gomora tidak cukup Kau hancurkan..?
Duniaku hancur, tinggal bayang2 gelap, setan demi setan, rahwana demi rahwana, Dewa Perang Ares telah turun lagi ke bumi, dan merenggut senyum terakhirku.

Tentang Cinta

APAKAH CINTA ITU ?
Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab, Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan, Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian, Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir. Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam. Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik. Mengapa menunggu? Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa. Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono. Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu. Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu, Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu, Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu. Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius. Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam, Kota Roma tidak dibangun dalam sehari, Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan, Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan. Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan penantian kita tidaklah sia-sia. Walaupun menunggu membutuhkan banya hal - iman, keberanian, dan pengharapan -penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan. Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting. Cheer, 

Cerpen

Menyerah Pada Sang Cinta

Anna datang dengan nafas tersengal2, terburu2 karena 20 menit lagi dia sudah harus pergi ke John Robert Power untuk mengikuti les kepribadian. Belum sempat dia mengambil apel Australia kesukaannya, ibunya sudah menyambutnya dengan senyum.
"Anna, makan dulu sana, mama sudah siapin bandeng presto buat kamu.., tuh kebetulan mumpung masih anget"
"Mah, nggak keburu....Anna musti nyampe di John Robert Power secepatnya, makasih ya Mah"
"Aduh anak mama ini, cuci muka dulu sana biar seger, rambutnya diiket yang rapi, pake lipstik, dan ganti baju yang bagus, kamu kan mau kursus kepribadian, musti kamu tunjukkan kalau kamu sudah punya kepribadian yang baik."
"Ya mah.....!!!!"
Anna buru2 ke kamarnya, sebuah kamar yang tidak terlalu ruas tetapi tertata sangat rapi, disana sini berjejeran piala dan penghargaan atas semua prestasinya selama ini. Kamar itu dicat warna biru, warna kesukaannya. Dia sangat cinta pada ibunya, memang cerewet tapi Anna tahu bahwa itu semua demi kebaikan Anna sendiri. Setelah cuci muka, langsung dia ganti baju, sekenanya dia ambil baju di dalam lemari warna pink itu. Segera dia turun dan mencium ibunya.
"Mah, Anna pergi dulu ya..."
"Lho, mana lipstiknya...koq nggak kelihatan merah...?"
"Nggak sempet Mah, tuh liat, tinggal 10 menit lagi.." Anna memang paling tidak suka memakai lipstik dan alat2 kecantikan yang lain, tapi dia kasihan kalau bilang terus terang sama mamanya.

"Ya sudah, ati2 ya..., belajar yang bener..."
"Makasih Mah, Assalamu alaykum"
Anna segera melesat naik menuju mobil BMW warna biru metalik yang sejak dari tadi menunggunya. Mang Udin sopir pribadinya sudah dari tadi ngetem di garasi. Bu Ratih, ibunya Anna, geleng2 kepala. Dia bangga sekali punya anak gadis seperti Anna, seorang gadis yang sangat aktif dan sangat pandai, tidak suka macam2, dan yang lebih membuat bangga lagi anak gadisnya itu cantik sekali yang mengingatkan Bu Ratih akan masa mudanya dulu. Banyak sekali pemuda yang mengiba cintanya, dan sering dia berkaca untuk melihat sisa2 kecantikannya yang rupanya telah banyak berpindah ke anaknya, si Anna. Kadang bahkan dia iri akan kecantikan anaknya itu, pipinya yang merah muda kalau tersentuh sinar mentari, bibirnya yang kemerahan disertai dengan senyumnya yang manis, rambutnya yang legam, wajahnya ayu, segalanya dipunyai Anna.

Sampai didepan John Robert Power, Anna segera membuka pintu mobil dan langsung menghambur menuju ruang kelas. Gedubraakkkkkk....!!!!! Anna menabrak seorang pemuda yang sedang ngecat pintu masuk, bak berisi cat itupun ngga karu2an mewarnai t-shirt lusuh yang dipakai pemuda itu, belum lagi tumpahan yang berserakan di lantai.
"Astaghfirullah, maaf, maaf, maaf, maaf sumpah saya nggak sengaja, maaf ya Mas..!!!!, saya terburu2 karena les saya sebentar lagi mulai"
"Bukan salahnya Nona koq, salahnya saya yang nggak kasih peringatan, lagian pintunya belum diajari ngomong, jadi dia tidak tahu musti ngomong apa ketika Nona mau buka pintu..., jadi atas nama pintu dan saya meminta maaf " Pemuda itu bukannya malah marah, tetapi tersenyum dan malah dengan nada bercanda meminta maaf.
"Perlu saya ganti berapa Mas atas cat sama t-shirtnya Mas yang rusak gara2 saya, maaf sekali lagi. Ini kartu nama saya dan Mas telpon saya ya, ntar saya datang ke tempatnya Mas untuk mbayar ganti kerugian, maaf saya musti pergi sekarang karena sudah hampir mulai"
Pemuda itu bengong, kejadiannya berlalu begitu cepat, sekarang dia tak tahu harus berbuat apa selain harus segera membersihkan semua tumpahan cat sebelum orang lain tahu kalau dia telah menumpahkan cat, yah...gadis itu yang menumpahkannya tapi atas kesalahan dia.

Kriiiiiiiiinggggggggg............
"Non Anna, telpon dari Den Ivan...!!!!!" suara Mbok Rumi dari kamar tamu.
"Ya Mbok, terima kasih ya.."
Mbok Rumi tersenyum, sungguh dia begitu senang bekerja di keluarga itu, dia diperlakukan sangat manusiawi, tidak seperti teman2nya pembantu yang lain. Si Denok, teman mainnya sejak kecil yang ikut merantau ke Jakarta, sering dimarahi sama majikannya, sering dibentak2, itupun setiap bulannya gajinya sering ditunda2.
"Sayang, ntar malem pergi ke Hard Rock Cafe yuk...?" jauh dari telepon suara Ivan, pacar si Anna.
"Mmmmhhh, bukannya aku nggak mau, tapi aku capek sekali, lain kali aja ya..." Anna merasa seluruh tubuhnya meriang, suhu tubuhnya naik, matanya mulai berkunang2. Burn out....
"Tapi sayang, kamu dateng dong....soalnya aku udah janjian ngenalin kamu ama temen2ku, aku kan malu kalau kamu nggak dateng." Praakkkk.....suara telpon jatuh, Anna pingsan dan terjatuh di lantai.
Keesokan harinya Anna terbangun dan mendapati dirinya sedang di rumah sakit, ada papa dan mama, dan ada satu lagi pemuda kusut yang langsung tersenyum ketika mata Anna menoleh ke dia. Senyum pemuda itu, oh senyum yang begitu damai, memang penampilannya kumal tapi Anna tidak tahu kenapa dia merasa dalam hatinya bahwa pemuda ini bukanlah orang yang jahat.Oh ya, Anna lambat laun ingat, ini adalah pemuda yang kemarin ditumpahin cat, yang baju dan celananya amburadul karena cat itu belepotan di seluruh tubuhnya. Tapi Anna tak begitu peduli, pemuda ini masih orang asing bagi dia.
"Mah, kenapa Anna di sini...?" Anna mulai membuka pembicaraan dengan mamanya
"Kamu kecapaian sayang, dan kamu kemarin bertengkar dengan Ivan, mungkin kamu terlalu memikirkannya."
"Trus dimana Ivan..?"
"Dia tidak mau kemari, dia masih marah sama kamu barangkali.."
"Oh ya, Mas ini katanya punya urusan sama kamu, dia tadi malem telpon tapi kamu sudah di rumah sakit, jadi mama suruh saja datang ke rumah sakit."
Anna segera menoleh ke pemuda lusuh itu.
"Maaf ya Mas, berapa harus saya ganti atas kesalahan saya kemarin..?"
"Itu bukan kesalahan kamu koq, saya datang ke sini justru untuk meminta maaf karena kejadian kemarin, dan ingin menjenguk kamu semoga kamu cepet sembuh"
"Tapi Mas, biarlah saya ganti kerugian kemarin, tidak apa2 koq"
"Terima kasih sekali, tapi memang benar saya tidak dirugikan, saya malah bersyukur bisa kenal sama kamu dan keluargamu, ini ada buku kecil untuk kamu baca selama di sini."
Veronika decides to die.........*, sekilas Anna melihat judul buku kecil itu, pikiran Anna sudah macam2, wong baru sakit begitu saja koq sudah dikasih buku tentang kematian, wah kurang ajar juga pemuda ini. Tapi dia tidak berani bilang, jangan2 .......
"Terima kasih ya Mas"
"Semoga cepet sembuh ya, jangan lupa berdoa pada Allah, saya pergi dulu, saya ada kuliah sebentar lagi, Assalamu alaykum"
Pemuda itu ngeloyor pergi dengan senyumnya............................

Anna merasa bosan sekali, sudah sehari semalam dia di rumah sakit. Tidak ada yang memperhatikannya sama sekali kecuali mama dan papanya. Ivan memang benar2 marah karena kejadian malam itu, buktinya sampai sekarang sama sekali belum ada telpon dari dia. Dia teringat pada buku kecil yang dikasih pemuda lusuh itu tadi pagi, perlahan dia membukanya...

Veronika, .....seorang gadis yang punya segalanya, gadis kaya raya dan cantik, gadis pujaan para pemuda, tapi suatu saat dia bosan dengan semuanya itu, karena semua itu tidak membahagiakan dia, batinnya masih kosong........

"Bagus juga buku ini" pikir Anna, dia merasa disindir, walau tidak semua dalam buku ini cocok dengan situasinya, batinnya tidak kosong seperti Veronika, dan dia tidak ingin mati seperti Veronika, Anna masih ingin banyak berbuat bagi manusia dam kemanusiaannya di dunia ini, tapi ada beberapa yang membuat dia berpikir semalaman. Mengapa pemuda itu begitu perhatian dengan Anna, di saat pacarnya sendiripun tidak perhatian dengan dia..?. Mengapa senyum pemuda itu begitu damai dirasakannya, mengapa.....

Anna telah jatuh cinta, tanpa alasan mungkin. Karena pemuda itu sama sekali tidak ganteng, pemuda itu lusuh, pemuda itu ya dia adalah pemuda biasa.Tapi caranya memperlakukan wanita, cara dia bicara, cara dia tersenyum........belum sempat dia menyelesaikan lamunannya HP-nya berbunyi............
"Assalamu alaykum Anna.."
"Waalaykum salam, dengan siapa ya...?Anna bingung, suara orang yang tak dikenalnya di ujung sana, rupanya di telepon umum atau di wartel karena latar belakang suaranya ribut seperti kendaran bermotor dan orang bincang2.
"Dengan pemujamu, aku Iman yang tadi ngasih kamu buku"
"Oh Mas ya...."
"Udah baikan...?'
"Alhamdulillah, anyway thanks bukunya ya..."
"Sama2, mmmmhhhhh....aku mau ngomong sesuatu semoga kamu nggak marah...."
"Ngomong apa Mas..?"
"Aku telah jatuh cinta denganmu, aku tahu aku bukan siapa2, aku sudah cukup berbahagia bertemu kamu, syukur jika engkau terima, jika tidakpun aku bisa menerima"
Seperti petir menyambar ubun2 Anna, lidahnya seperti tertekuk2, tak tahu harus bicara apa.....Anna pingsan lagi.....

Dalam pingsannya, Anna duduk berdua dengan pemuda itu di taman penuh bunga2 musim semi, berlatar belakang kincir angin.....................tidak ada siapapun di sana kecuali mereka berdua.............

* sebuah roman karangan Paulo Coelho

Puisi

Adakah Engkau Mencintaiku


ADAKAH ENGKAU MENCINTAIKU
beribu hari ku lalui bersama mu….
namun kau tak pernah peduli kan hadirku….
berjuta masa ku menemani raga mu…
namun bathinmu tak pernah ingin kan ku…
hingga ambang batas rasa cintaku….
ku langkahkan kaki menjauhi mu….
namun tetap tak kau relakan….
apa yang sebenarnya ada dalam kalbumu???
cinta atau kah sebatas keinginan dan ke egoisan???
ku terdiam sejenak tuk memutuskan…
namun cinta ku pada mu tetap berkobar…
dan kuputuskan untuk tetap tinggal di dekat mu…
hari pun silih berganti…
namun kau tetap seperti yang dulu…
acuh dan tak peduli pada cintaku…
dan hingga batas waktu ini…
slalu dan kan slalu kUpertanyakan…
ADAKAH ENGKAU MENCINTAIKU

oLeh: Neela
Sumber: Anggrekbiru.com

Puisi Penantian


Manusia tempatnya salah…
Tapi haruskah ku menyalahkanmu ?
atau menyalahkan hatiku sendiri
Yang tetap bertahan meski engkau pergi

Disini sepi… sayangku…
Tapi aku tak menangisi kepergianmu
Hatiku sunyi… sungguh sunyi…
Tanpa manis kata manjamu

Aku takkan menyalahkan siapa-siapa
Menunggumu ku takkan merasa sia-sia
Jika perpisahan itu adalah kejujuran hatimu
Biarkan puisi ini menjadi puisi penantianku

sumber: Anggrekbiru.com
oleh: Ken

Wonderful Place

Even though whales are a less common sight, you will have the opportunity to enjoy the view of the Atlantic Ocean, a rich bird life and even spot seals. The impressive road skips nimbly from island to island, across eight bridges. The tallest bridge, Storseisundet Bridge, has a dramatic and beautiful curve and almost brings an artistic perspective into the technique of building bridges. Many tourists choose to travel to the Atlantic Road during the autumn to experience the raging storms that pound the road. The construction workers experienced 12 hurricanes during the building process before the road opened in 1989. The Atlantic Road zigzags across low bridges that jut out over the sea, linking the islands between Molde and Kristiansund in the western fjords. The Hustadvika is an infamous stretch of ocean and when in storm it is truly dramatic. In calmer weather you might spot whales and seals, writes the British newspaper The Guardian.
Wonderful Places For Adventures-Atlantic Road1
Wonderful Places For Adventures-Atlantic Road2
Wonderful Places For Adventures-Atlantic Road3
Wonderful Places For Adventures-Atlantic Road4
Wonderful Places For Adventures-Atlantic Road5
Wonderful Places For Adventures-Atlantic Road6
Wonderful Places For Adventures-Atlantic Road8
Wonderful Places For Adventures-Atlantic Road9

10 Tempat Tinggi Yang Mendebarkan

10 Tempat Tinggi Yang Mendebarkan

Puncak Tyrol
10 Tempat Tinggi Yang Mendebarkan

Berada di ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Platform yang didesain Astearchitecture ini terletak di Tyrol, Austria. Baja tahan cuaca digunakan dalam pembangunannya untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Para pengunjung dapat berdiri sembilan meter dari puncak gunung untuk melihat pemandangan gletser Stubai.

Iguazu
10 Tempat Tinggi Yang Mendebarkan

Berbentuk spiral dan berlokasi di salah satu air terjun Iguazu di Brasil. Selain air terjun yang memang menakjubkan, lokasinya yang berada di hutan lindung subtropis membuat wisata di tempat ini semakin menyenangkan. Platform pemandangan ini begitu dekatnya sehingga para pengunjung akan tersemprot oleh percikan air. Bahkan, telinga seakan tuli sejenak oleh raungan air jatuh dari ketinggian 80 kaki.

Dachstein Skywalk
10 Tempat Tinggi Yang Mendebarkan

Berada di ketinggian 2.700 mdpl. Skywalk ini termasuk tujuan populer di Styria, Austria. Disebut "balkon" pegunungan Alpen, Dachstein Skywalk berada pada ketinggian 2.700 mdpl dan di atas bebatuan vertikal Hunerkogel setinggi 250 m. Pemandangan 360 derajat memperlihatkan kepada para pengunjung panorama alam Slovenia di selatan Republik Czech di sebelah utara. Skywalk ini jauh lebih tinggi dari platform di air terjun Niagara ataupun yang berada di air terjun Iguazu, Brasil.

Willis Tower Skydeck (Sears Tower)
10 Tempat Tinggi Yang Mendebarkan

Para pengunjung dapat merasakan jantung berdegup saat berdiri di atas sebuah lantai kaca yang berada di atas ketinggian 103 lantai dengan pemandangan langsung ke bawah. Inilah sebuah "permainan" baru yang bisa membuat jantung copot di SkyDeck, Tower Sears, Chicago, Amerika Serikat. Para pengunjung cukup perlu berdiri di sebuah kotak yang terbuat dari kaca, terletak di luar jendela di atas ketinggian 412 meter.


Il Binocolo
10 Tempat Tinggi Yang Mendebarkan

Terbuat dari baja dan berlokasi di Merano BZ, Italia. Di dalam kebun kastil Trauttmansdorff, Italia, para pengunjung akan menemukan platform besi yang memukau ini keluar dari pepohonan. Dengan merujuk namanya, yang berarti teropong, berasal dari bentuk atap kecil platform tersebut dan pemandangan sekitar. Platform ini didesain oleh arsitek Matteo Thun.

Landscape Promontory
10 Tempat Tinggi Yang Mendebarkan

Landscape Promontory di Swiss, adalah platform pemandangan gantung yang didesain Paolo Burgi sebagai bagian proyek Cardada. Sebuah revitalisasi Gunung Cardada di Swiss yang diharapkan selesai pada tahun 2010. Lorong yang terbuat dari besi dan titanium berujung pada platform pemandangan dengan pemandangan Lago Maggiore. Bukan hanya pemandangan yang dapat dinikmati para pengunjung. Simbol-simbol di ubin dan sejumlah keterangan yang tertulis di susuran platform menawarkan referensi tentang sejarah dan kesusastraan.

Infinity Room
10 Tempat Tinggi Yang Mendebarkan

Terletak di House on the Rock di Wisconsin, Amerika Serikat, dengan panjang 200 meter dan ketinggian 150 m dari permukaan bukit. House on the Rock, pertama kali dibuka pada tahun 1959, adalah kompleks ruangan, jalan, kebun, dan toko dengan desain arsitektur unik oleh Alex Jordan Jr. Berlokasi di Spring Green, Wisconsin, dan merupakan tempat wisata regional. The Infinity Room di rumah itu memanjang beberapa ratus kaki dari lembah, tanpa penyangga di bawahnya, dengan lebih dari 3.000 jendela buatan tangan di pinggirnya.

5 Fingers Viewing Platform
10 Tempat Tinggi Yang Mendebarkan
Arsitek Todd Saunders dan Tommie Wilhelmsen ditugaskan membuat desain tempat pemberhentian yang indah di atas Gunung Aurland di Norwegia dan menghasilkan si cantik ini yang mendapat tempat pertama di kompetisi rute wisata Norwegia. Sisi paling luar platform yang melengkung untuk membentuk fondasi struktur ditutup sebuah kaca. Ini jelas memberikan pemandangan luar biasa ke daratan di bawah untuk mereka yang berani berjalan sampai paling ujung.

Grand Canyon Skywalk


Berada tepat di Grand Canyon dan di atas Sungai Colorado, Grand Canyon, Amerika Serikat. Platform menegangkan berbentuk tapal kuda ini bergantung tepat 4.000 kaki di atas tanah dan memanjang 65 kaki dari ujung tebing Grand Canyon. Skywalk berbentuk tapal kuda ini dibangun dari tembok kaca setebal empat inchi dan pengunjung diharuskan memakai kaus kaki antigores bila ingin berjalan dan melihat pemandangan di sana. Ini adalah karya arsitektur luar biasa yang sanggup menahan berat sampai 70 ton dan dapat menahan tiupan angin sampai 100 meter per jam.

Aurland Lookout
10 Tempat Tinggi Yang Mendebarkan

Arsitek Todd Saunders dan Tommie Wilhelmsen ditugaskan membuat desain tempat pemberhentian yang indah di atas Gunung Aurland di Norwegia dan menghasilkan si cantik ini yang mendapat tempat pertama di kompetisi rute wisata Norwegia. Sisi paling luar platform yang melengkung untuk membentuk fondasi struktur ditutup sebuah kaca. Ini jelas memberikan pemandangan luar biasa ke daratan di bawah untuk mereka yang berani berjalan sampai paling ujung.

Sumber : Artikel menarik

Artikel Menarik Lainnya